Jenis – jenis Stainless Steel

 

 

 

 

 

Stainless steel terbagi menjadi beberapa kategori dan juga jenis. Secara sederhana, stainless steel terbagi menjadi lima kategori dasar, yaitu martensitic, ferritic, austenitic, duplex, dan percipitation hardening. Untuk menghemat waktu dan memberi kemudahan Anda dalam memahami, kami hanya akan mengulas jenis stainless steel kualitas baik yang paling banyak ditemui dan digunakan.

 

Stainless Steel ternyata memiliki lebih dari satu jenis tidak hanya seperti yang mungkin kita tahu bahwa stainless steel hanyalah satu jenis logam. Secara sederhana Stainless Steel teriri dari lima jenis yaitu  martensitic, ferritic, austentitic, duplex dan percipitation hardening.

 

Berikut adalah Penjelasan dari berbagai jenis Stainless Steel :

Kategori Stainless Steel

Austenitic

Memiliki seri SS 300 dan 200. Perbedaan seri ini dipengaruhi oleh perbedaan komposisi metalurginya sehingga mempengaruhi karakteristik dari setiap jenis stainless steel. Austenitic terdiri dari 16% kromium, 7% nikel dan nitrogen. Stainless Steel Austenitic memiliki sifat tahan terhadap suhu tinggi maupun rendah, ketahanan terhadap korosi lebih baik dibandingkan ferritik dan martensitik.

Ferritic

Memiliki Seri SS 405, 409, 430, 434, 439, 444 dan 446. Jenis Stainless Steel Ferritic memiliki kandungan 10,5-29% kromium, molibdenum, aluminium, titanium dan sedikit nikel. Ketahanan korosi pada stainless steel ini lebih lemah apabila dibanding dengan stainless steel jenis austenitic namun masih lebih unggul dibanding dengan martensitic. Stainless steel ferritic juga memiliki harga yang relatif murah.

Martensitic

Memiliki seri SS 403, 410, 414, 420, 431 dan 440. Stainless steel jenis martensitic memiliki kandungan 10,5-18% kromium, 2% nikel molibdenum, niobium, silicon, tungsten, vanadium dan karbon dengan jumlah yang relatif besar. Stainless steel jeni martensitic ini memiliki keunggulan pada kekuatannya terhadap benturan dan penyok namun stainless jenis ini memiliki kekurangan yaitu mudah berkarat apabila dibandingkan dengan dua stainless steel diatas. Stailess steel jenis ini sering digunakan sebagai bahan pembuatan pisau, gerinda, peralatan dinding dll.

Duplex

Stainless steel jenis duplex merupakan persilangan dari stainless steel autenitic dengan ferritic sehingga memiliki karakteristik yang hampir sama dengan stainless steel autenitic dan ferritic. Stainless steel jenis duplex memiliki kemampuan dalam mencega korosi yang hampir sama dengan stainless steel autenitic sementara untuk tingkat kekokohannya berada di antara stainless steel autenitic dan ferritic. Stainless steel Ddplex memiliki ketahanan korosi retak tegang (stress corrosion cracking) yang lebih baik dibandingkan dengan stainless steel autenitic. Stainless steel duplex biasanya digunakan daam industri kertas, industri minyak dan perkapalan.

Precipitation Hardening

Stainless steel ini memiliki seri AISI 17-4 PH atau yang biasa disebut AISI 630. Stainless steel percipitation hardening juga merupakan persilangan antara stainless steel autenitic dengan martensitic. Stainless steel ini memiliki sifat-sifat yang diturunkan dari kedua satainless steel persilangan yaitu kokoh tahan terhadap korosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *